Anda di sini

Block title
Block content

Perjalanan Ekspedisi Gunung Rinjani AM XL Jamadagni

Avatar admin

Perjalanan Ekspedisi Gunung Rinjani AM XL Jamadagni

Sabtu, 9 Juli 2016

Hari yang kami nantikan akhirnya datang juga. Kami, sebagai AM 40 PPA Jamadagni akan melakukan sebuah perjalanan atau yang kami sebut dengan ekspedisi ke Gunung Rinjani. Tujuan dari ekspedisi kami yaitu mencapai puncak Gunung Rinjani dan melakukan eksplorasi terhadap keempat goa yang ada di Gunung Rinjani, yaitu Goa Susu, Goa Manik, Goa Permata dan Goa Taman. Setelah melalui masa persiapan selama 4 bulan untuk melakukan ekspedisi ini, akhirnya kami berangkat ke Lombok dengan menggunakan pesawat.

Peserta ekspedisi ini yaitu 6 Anggota Muda Peserta Ekspedisi yaitu, Ayu Hanifah, Nadia Shafa, Faihar R.E, Daffa R.A, Tiara Pradipta, Naina Haniffadila, 3 Anggota Penuh yaitu Kang Mamdun M, Kang Hambudi Sulendra, Teh Tanya Dwirahmawati dan 2 orang pendamping yang dikirim dari sekolah yang akan ikut serta dalam ekspedisi kami Bapak Isak Munawar dan Bapak Samsudin.

Pada pukul 19.00, kami berkumpul di sekre untuk melakukan briefing. Orangtua AM dan Anggota Penuh pun ikut serta dalam melakukan briefingini. Selain briefing, kami juga melakukan doa bersama agar ekspedisi ini dapat berjalan dengan lancar. Pada pukul 22.42, travel yang akan mengantar kami ke Bandara Soekarno-Hatta akhirnya datang. Kami segera berpamitan pergi dan meminta doa dari orangtua kami.

 

Minggu, 10 Juli 2016

Setibanya kami di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 04.29, kami segera check-in dan menunggu keberangkatan pesawat. Sambil menunggu, kami melaksanakan shalat dan memakan beberapa cemilan. Pada pukul 06.06, akhirnya kami berangkat menuju Lombok. Setelah perjalanan selama kira-kira 2 jam, akhirnya kami sampai di Lombok dengan selamat pada pukul 08.05. Setelah kami mengambil barang bawaan kami, untuk mempersingkat waktu dan mencegah keterlambatan, kami langsung membeli CFC Bandara Internasional Lombok dan memakannya di perjalanan menuju Kantor Rinjani.

 

 

Kami berangkat dari Bandara Internasional Lombok menuju Kantor Rinjani menggunakan mobil sewa yang kami tempuh selama kira-kira 4 jam dari pukul 10.09 sampai dengan pukul 14.11. Perjalanan agak sedikit macet dikarenakan banyak wisatawan yang ingin menuju Air Terjun Umar Maya yang ada di sekitar Sembalun. Sesampainya disana, kami melakukan pendaftaran namun kami mengalami sedikit kendala saat perizinan yang dikarenakan oleh miss communication pada saat perizinan lewat telepon yang dilakukan jauh hari sebelum keberangkatan.

Setelah kami melakukan pendaftaran dan diizinkan untuk melakukan pendakian dan eksplorasi selama 7 hari, akhirnya kami berangkat menuju Pintu Pendakian menggunakan truk pick-up yang kami sewa disana. Kami sampai di Pintu Pendakian pada pukul 16.34 dan langsung melakukan pergerakan menuju Pos 1. Sesampainya di Pos 1, kami mencari lokasi untuk membuat tenda dan segera bersiap-siap untuk melakukan rutin malam. Kami selesai rutin malam pada pukul 20.03 kemudian dilanjutkan dengan eval malam dan tidur pada pukul 20.42.

 

Senin, 11 Juli 2016

Kami bangun pada pukul 04.30, dan langsung melakukan rutin pagi. Selesai rutin pagi, kami melakukan orientasi medan. Setelah orientasi medan dan mengetahui posisi kita, kami melanjutkan perjalanan menuju pos 2. Siang ini terasa terik dan panas, belum lagi ditambah debu dari pasir yang membuat kami sangat kelelahan. Kami sampai di pos 2 pada pukul 07.52, setelah istirahat sebentar dan merasa sudah siap untuk melakukan perjalanan, kami melanjutkan perjalanan lagi menuju pos 3.

Sesampainya di pos 3, kami melakukan rutin terlebih dahulu. Setelah rutin, kami berangkat menuju Plawangan Sembalun pada pukul 12.16 Kami mempersiapkan energi kami untuk melakukan perjalanan melewati 9 bukit penderitaan agar bisa sampai ke Plawangan Sembalun. Perjalanan melalui 9 bukit penderitaan ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan dan tantangan yang sangat melelahkan bagi kami, belum lagi dengan beban yang kami bawa kira-kira sampai 20kg dan udara yang sangat terik dan panas membuat tubuh kami bagai dihantam martil.

Dari kejauhan, kami bisa melihat sebuah bukit yang tingginya hampir 90 derajat. Awalnya kami mengira itu adalah bukit terakhir yang akan kami lewati, nyatanya masih banyak bukit-bukit selanjutnya yang sangat menguras tenaga dan pikiran. Setelah melalui perjalanan panjang dan berat, akhirnya kami sampai di Plawangan Sembalun pada pukul 17.32 yang berarti kami melakukan perjalanan selama 5 jam. Sesampainya disana kami langsung memasang tenda untuk segera istirahat. Kami melakukan rutin malam dan briefing untuk summit besok kemudian dilanjutkan tidur pada pukul 21.00.

 

 

Selasa, 12 Juli 2016

Pada pukul 00.00, kami bangun untuk bersiap-siap pergi summit, kami rutin terlebih dahulu agar tenaga kami cukup untuk sampai ke puncak, kemudian kami menyiapkan barang yang akan kami bawa ke puncak dan mulai doa bersama. Setelah merasa siap, kami memulai perjalanan kami pada pukul 01.29. Kami mengikat badan kami satu sama lain dengan webbing agar tidak terpisah, namun setelah melewati jalan-jalan curam kamu melepas ikatan kami karena merasa kurang aman jika kami saling mengikat. Di perjalanan, kami banyak melewati beberapa rintangan, dari mulai jalan yang licin dan curam, juga udara sangat dingin yang menusuk hidung.

Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, pada pukul 08.29, kami pun sampai di puncak. Sayangnya, karena ada salahsatu AM yang kurang fit, kami tidak sempat bisa menyaksikan summit dari atas puncak Gunung Rinjani. Gunung Rinjani merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dengan puncaknya memiliki ketinggian mencapai 3.726mdpl. Merupakan suatu kebanggaan bagi kami bisa mencapai puncak dan melihat pemandangan yang sangat indah, Pemandangan Danau Segara Anak lah yang paling indah menurut kami. Kami pun tidak lupa untuk mengabadikan momen kamu diatas puncak ini dengan berfoto-foto.

Setelah merasa cukup berfoto dan menikmati pemandangan, kami pun segera turun karena masih banyak hal yang harus kami lakukan. Dengan berat hati, kami pun meninggalkan puncak Gunung Rinjani. Di perjalanan turun, Tiara dan Ayu mengalami kesulitan berjalan karrna selalu terpeleset. Bukan hanya jalan yang licin, panas terik dan debu pun mempersulit perjalanan kami. Dengan pasir yang bertebaran tertiup angin membuat kami merasa berada di gurun pasir.

Sesampainya kami di Sembalun, kami sangat kelelahan dan kehausan karena persediaan air kami habis saat kami sampai di puncak. Hal inilah yang membuat salahsatu AM, Naira, terkena dehidrasi. Setelah selesai rutin, kami memutuskan untuk membatalkan niat kami melanjutkan perjalanan ke Danau Segara Anak hariini. Perjalanan dibatalkan karena salahsatu AM sudah tidak memungkinkan untuk berjalan. Setelah rutin malam, kamu melanjutkan briefing dan kemudian segera tidur.

 

Rabu, 13 Juli 2016

Keesokan harinya, seperti biasa kami melakukan rutin pagi terlebih dahulu. Sayangnya, Naira masih belum membaik, tetapi karena dikerjar oleh waktu, kami pun terpaksa melanjutkan perjalanan menuju Danau Segara Anak. Di perjalanan, Naira mengalami muntah-muntah. Divisi medis memberikan teh manis dan memijat badannya. Setelah merasa cukup baik, kami pun melanjutkan kembali perjalanan kamu ke danau. Jalan yang kami lalui terlihat memiliki kemiringan yang hampir 90 derajat cukup curam dan banyak bebatuan, maka itu kami harus ekstra berhati-hati kalau-kalau ada batu yang tiba-tiba terjatuh.

Kami sampai di Danau Segara Anak pada pukul 15.00, dilanjutkan membuat tenda dan melaksanakan rutin siang.. Setelah rutin siang, kamu berpencar untuk mencari informasi mengenai letak-letak goa dan mendokumentasikan keadaan dan pemandangan di Danau Segata Anak. Setelah bertanya-tanya kepada pendaki yang lain, ternyata hanya tersisa 2 yaitu Goa Susu dan Goa Permata, namun karena tujuan kami adalah eksplorasi, kami tetap akan mencoba untuk mencari 2 goa lainnya. Setelah merasa informasi yang kamu dapatkan sudah cukup, kami pun kembali ke tempat camp untuk melakukan rutin malam. Kesehatan Naira telah membaik malam ini.Setelah rutin malam, kami pun tidur pada pukul 21.17.

 

 

Kamis, 14 Juli 2016

Tak terasa kami telah sampai pada hari kelima kami berada di Gunung Rinjani. Kami bangun pada pukul 06.00, pagi ini terasa lebih dingin dan segar, mungkin dikarenakan kami berada di sekitar danau, selain itu kami juga bangun disambut oleh pendaki yang baru kami kenal sesampainya kami di danau. Mereka sangat ramah pada kami dan sering menawarkan bantuan, mereka juga membagikan cerita mengenai pengalaman mereka yang sudah beberapa kali mendaki Gunung Rinjani.

Setelah rutin pagi, kami melakukan evaluasi dan briefing yang tidak sempat kami lakukan saat kemarin malam. Dari briefing ini disimpulkan kami terbagi menjadi 2 tim, 1 tim yang berisikan Faikar, Daffa, Nadin, dan Naira pergi mencari goa sedangkan 1 tim lagi yang berisikan Tiara dan Ayu bertugas untuk packing, membersihkan camp, juga mempersiapkan rutin.

Tim eksplorasi goa mulai menelusuri dan mencari lokasi keberadaan goa. Cuaca hari ini pun cukup cerah seakan mendukung kegiatan kami. Setelah mencari-cari kami menemukan salahsatu goa yaitu Goa Permata. Pintu masuk goa sangat kecil sehingga kami harus merangkak masuk kedalamnya. Dari dalam, goa ini terlihat seperti permata sehingga dinamakanlah goa ini menjadi Goa Permata. Walaupun goa ini tidak terlalu besar, tapi didalamnya terdapat kubangan yang bisa dipakai mandi, tidak hanya itu saja, beberapa wisatawan atau penduduk lokal datang kesini untuk meditasi atau bertapa.

Setelah merasa pendataan cukup, kami melanjutkan untuk mencari goa selanjutnya. Goa yang kami temukan berikutnya ini biasa disebut dengan Goa Susu, goa ini jauh lebih besar dari Goa Permata. Dari goa ini, mengalirlah air belerang panas yang biasa dipakai untuk berendam. Goa Susu merupakan goa yang paling terkenal di Gunung Rinjani ini. Sayangnya, terkadang pendaki yang membuat camp di sekitar goa membuang sampahnya sembarangan sehingga membuat lingkungan sekitar goa sedikit kotor.

Setelah mendapatkan data yang cukup mengenai Goa Susu, kami mencari goa lainnya. Namun, setelah mencari dan bertanya pada pendaki lainnya, ternyata goa sisanya telah ambruk dan longsor yang disebabkan oleh gempa beberapa tahun yang lalu. Kami juga telah mencoba untuk mengikuti jalan di peta yang menunjukan lokasi goa tersebut namun tidak ditemukan apa-apa. Sehingga kami pun memutuskan untuk kembali ke camp.

 

 

Sesampainya kami di camp, kami melakukan rutin, kami juga mencoba untuk memancing di Danau Segara Anak. Sayangnya, kami hanya mendapatkan sedikit ikan, mungkin karena kami kurang pengalaman. Setelah asyik memancing, kami melakukan rutin dan memasak ikan yang kami pancing tadi, tiba-tiba saja, pendaki yang sudah kami kenal kemarin memberikan banyak ikan untuk kami. Akhirnya, kami makan bersama-sama dan saling bertukar cerita.

Karena telah sering mengunjungi Gunung Rinjani, ia punya banyak pengalaman yang bisa dibagikan pada kami, ia menceritakan dari kejadian-kejadian mengasyikkan hingga kejadian janggal yang pernah terjadi kepada pendaki lain bahkan yang pernah ia alami sendiri. Setelah banyak bercerita, kami pun eval dan melanjutkan tidur.

 

Jumat, 15 Juli 2016 dan Sabtu, 16 Juli 2016

Hari ini adalah hari terakhir kami berada di Gunung Rinjani, banyak pengalaman yang bisa kami dapatkan dan juga dengan pendaki yang ramah membuat kami nyaman untuk berada disini. Namun, kami tetap harus turun hariini untuk mengejar keberangkatan pesawat esok pagi. Hari ini kami bangun lebih pagi, kami pun melakukan rutin dan packing. Kami berangkat pulang pada pukul 08.02 melalui Sembalun. Kami sampai di Plawangan Sembalun selama kurang lebih 5 jam perjalanan. Kami pun istirahat selama 15 menit sebelum melanjutkan perjalanan ke pos 3.

 

Kami melewati kembali 9 bukit penderitaan. Namun, karena jalannya turun, perjalanan terasa lebih mudah dari sebelumnya. Kami pun mencapai pos 3 selama kurang lebih 2 jam. Setelah itu, kami menuju pos 2 dan pos 1. Di pos 2, kami bertemu pendaki yang juga ingin turun ke pintu pendakian. Saat perjalanan menuju pintu pendakian, tiba-tiba saja hujan deras sehingga pandangan kami menjadi terbatas.

Setelah lama berjalan kami menemukan jalan buntu, saat itulah kami menyadari bahwa kami telah tersesat. Kami pun berteduh di sebuah shelter. Banyak pertengkaran terjadi diantara kami yang saling menyalahkan, namun apa boleh buat hal ini telah terjadi. Kami mecoba menghubungi Kantor Rinjani namun mereka kesulitan untuk mengetahui keberadaan kita, akhirnya Faikar dan Pa Isak pun mencoba untuk mencari jalan yang benar.

Beberapa lama kemudian, Faikar dan Pa Isak kembali memberitahukan bahwa mereka telah mendapatkan jalan yang benar. Tanpa berlama-lama kami pun langsung berangkat ke pos pendakian. Sesampainya di pos pendakian, kami meghubungi truk pick-up untuk menjemput kami disana, namun mereka menolak dengan alasan jalan licin yang disebabkan oleh hujan deras. Apa boleh buat, kami pun berjalan untuk sampai ke Kantor Rinjani.

Sesampainya di Kantor Rinjani, kami bertemu dengan para anggota penuh, mobil sewaan pun telah menunggu disitu. Kami pun langsung membersihkan badan kami dan segera berangkat ke bandara. Di bandara, kami melakukan rutin dengan membeli masakan padang. Setelah makan, kami check-in dan kemudian menunggu keberangkatan. Pada pukul 07.00, pesawat kami pun akhirnya berangkat menuju Bandara Juanda Surabaya untuk transit. Kami sampai di Surabaya pada pukul 08.05 dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Setelah menempuh perjalanan pesawat kira-kira 1 jam, kami akhirnya sampai di Bandara Husein Bandung dan disambut oleh orangtua kami dan ibu diklat kami yang telah menunggu sedari lama. Setelah mengobrol sedikit mengenai perjalanan kami, kami pun akhirnya pulang ke rumah masing-masing dan berakhirlah ekspedisi kami.

Berikut adalah hasil pendataan kami dan berbagai dokumentasi:

Nama Goa

Goa Manik 

Nama Goa​​​​​

Goa Susu 

Cabang​​​​​

-

Cabang​​​​​

-

Jumlah mulut goa​​​​

1

Jumlah mulut goa

2

Jenis goa

Horisontal

Jenis goa

Horisontal

Koordinat​​​​​

8     23 13 S     

116 25 37 E

Koordinat

 8     23 20 S​​​​​​​​                         116 25 30 E

Medan menuju goa​​​​

Medan menuju goa

Lingkungan sekitar goa​​​

Lingkungan sekitar goa

Lebar pintu goa​​​​

0,897m

Lebar pintu goa

1.759 m (1)

​​​​1.735 m (2)

Tinggi mulut goa​​​​

0,624 m

Tinggi mulut goa​​​​

1.554 m (1)

​​​​​2.122 m (2)

Ketinggian terbesar​​​​

3,2 m

Ketinggian terbesar​​​

2.638 m

Ketinggian terkecil

0.187 m

Ketinggian terkecil​​​​

0.025 m  

Kedalaman goa

7.367m

Kedalaman goa​​​​

9,7 m 

Stalaktit dan Stalagmit

-

Stalaktit dan Stalagmit​​​

-

Keberadaan air

Kolam air (bisa dipakai mandi dan minum)

Keberadaan air​​​​

Aliran air panas (tidak bisa diminum)

Flora dan Fauna

-

Flora dan Fauna

-

Kegunaan goa untuk masyarakat sekitar 

Tempat bersemedi

Kegunaan goa untuk masyarakat sekitar 

sauna

Catatan

Memiliki nama lain Goa Permata dan Goa Taman

Catatan

Memiliki nama lain Goa Rontgen

 

 

 

Komentar